Inilah Dia. langsung Sedoot Aja Gan. !.
Gileeee.
Cekidot !.
1. Crystal Bridges Museum of American Art
Sumbangan: US$800 juta (Rp7,2 triliun)
Donatur: Keluarga Walton
Pada
Mei lalu, keluarga penguasa supermarket terbesar AS, Wal-Mart,
memberikan sumbangan sebesar US$800 juta kepada sebuah museum di wilayah
Arkansas, AS, Crystal Bridges Museum of American Art. Museum ini
dikelola oleh Alice Walton, putri dari pendiri Wal-Mart, Sam.
"Keluarga
saya telah mendirikan sebuah yayasan yang diharapkan bisa terus
berkembang sebagai sumber daya untuk komunitas dan negara," kata Alice
Walton.
Rencananya, sumbangan jutaan dolar AS itu akan digunakan
untuk membantu operasional museum, di samping bagi akuisisi dan
pengembangan modal ke depan.
2. Cornell University
Sumbangan: US$350 juta (Rp3,15 triliun)
Donatur: Charles Feeney
Tanpa
menyebutkan nama, sumbangan dari Charles Feeney lewat yayasan Atlantic
Philanthropies dianggap sebagai kontribusi terbesar dalam sejarah
Universitas Cornell, AS.
Feeney merupakan alumnus Cornell's
School of Hotel Administration dan salah satu pendiri Duty Free Shoppers
Group yang mengoperasikan toko di bandara dan lokasi lain di seluruh
dunia. Dia telah mendonasikan uang hingga US$5,4 miliar lewat yayasannya
yang sebagian besar ditujukan ke bekas almamaternya.
Sumbangan
terakhir yang diumumkan pada Desember diharapkan bisa membantu membiayai
kampus teknik baru di Roosevelt Island, New York.
Ketika
pembangunan kampus ini selesai, jumlah lulusan program master dan
doktoral dari sekolah teknik ini diperkirakan meningkat 70 persen.
3. Carnegie Mellon University
Sumbangan: US$265 juta (Rp2,38 triliun)
Donatur: William S Dietrich, II
Pada September lalu, mantan Chief Executive
Diestrich Industries, Willian S Dietrich II, berjanji untuk
mendonasikan uang sebesar US$265 juta ke Carnegie Mellon university.
"Keterlibatan
saya sebagai anggota dewan dari Carnegie Mellon, tak hanya meyakinkan
saya bahwa universitas ini merupakan yang terbaik, tapi juga sesuatu
yang penting untuk mendorong masa depan yang lebih baik di wilayah ini
dan masyarakatnya," kata Dietrich.
Dietrich, yang terlahir di Pittsburg, namun lulusan Princeton ini juga menyumbangkan dana US$125 juta kepada almamaternya itu.
4. Universitas Pennsylvania
Sumbangan: US$225 juta (Rp2,02 triliun)
Donatur: Raymond dan Ruth Perelman
Pada Mei, Raymond Perelman, Chairman
dari RGP Holding, menyumbangkan uang sebesar US$225 juta ke
Pennsylvania School of Medicine. Sumbangan dari kalangan individu ini
merupakan yang terbesar dalam sejarah universitas itu.
Presiden
Penssylvania University, Amy Gutman, menyatakan akan menambah anggaran
sebesar 20 persen untuk fakultas kedokteran pada 2012. Dana sumbangan
ini juga akan digunakan untuk merekrut tenaga medis dan pendidik serta
investasi dalam program penelitian kesehatan.
Sumbangan ini
bukan yang pertama dilakukan Perelmans. Pada 2005, Perelmans berjanji
menyumbangkan dana US$25 juta untuk mendirikan Ruth and Raymond Perelman
Center for Advanced Medicine.
Setelah sumbangannya pada tahun ini, the School of Medicine berganti nama menjadi Raymond and Ruth Perelman School of Medicine.
5. University of Southern California
Sumbangan: US$200 juta (Rp1,8 triliun)
Donatur: David Dornsife
Pada Maret 2011, Davoid Dornsife, Chairman
dari Herrick Corporation, dan istrinya menyumbangkan US$200 juta bagi
University of Southern California's College of Letters, Arts and
Sciences.
Di samping menambahkan nama pasangan itu dalam nama
depan universitas, pihak pengelola juga menciptakan program beasiswa
Dornsife senilai US$10 ribu untuk masing-masing penerimanya.
David Dornsife merupakan alumnus tahun 1965. Kedua pasangan ini sudah
lama menjadi donatur bagi universitas tersebut. Namun, sumbangan pada
tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah berdirinya
universitas tersebut. (art)
sumber : Link
Tidak ada komentar:
Posting Komentar